Diare Pada Anak

Waspadai penyakit diare pada anak !

Penyakit diare dapat menyerang siapa saja tak terkecuali pada orang dewasa, di Indonesia kasus diare pada anak masih merupakan masalah kesehatan yang serius dengan angka kematian yang cukup tinggi terutama pada anak umur 1-4 tahun. hal ini terjadi karena anak-anak dan balita memiliki daya tahan dan kekebalan tubuh yang masih rendah sehingga sangat mudah terinfeksi virus yang pada akhirnya rentan terkena penyakit diare.

diare pada anak

diare pada anak

Penularan diare pada anak – anak dapat melalui berbagai cara seperti yang sering disebut dengan istilah 4F yaitu finger (jari), food (makanan), fece (feses/tinja) dan fly (lalat). Seperti kita ketahui bahwa anak-anak cenderung memasukkan tangannya kedalam mulut, mengisap jempol padahal dengan aktifitas anak yang terkontrol hal ini sangat memungkinkan terkontaminasi virus, kuman, bakteri, parasit dan micro-organisme lainnya. Bagi orang tua yang perlu digaris bawahi ketika memberi makanan adalah jika makanan telah lebih dari dua jam dan tidak habis sebaiknya jangan diberikan lagi kepada anak karena hal Itu akan membahayakan kesehatan anak

Sebagian besar dalam kasus diare pada anak , infeksi rotavirus (sekitar 90%) sebagai penyebab diare yang utama dan 10% sisanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur dan dan karena alergi pada makanan tertentu ataupun karena keracunan makanan,  Tanda anak-anak yang menderita diare adalah tinja lebih encer dan frekwensinya lebih sering dari biasanya.  Biasanya pada tinja terdapat lendir lendir bahkan darah, tergantung apa penyebab diare pada anak. Saat anak menderita diare biasanya disertai demam dan muntah. Kadang-kadang gejala muntah dan demam mendahului gejala mencretnya.

Meskipun sebagian besar diare pada anak dapat sembuh sendiri (self limiting disease) dengan melakukan pencegahan terhadap terjadinya dehidrasi tetapi jika diare pada anak sudah memasuki tahap dehidrasi dan tidak diatasi dengan baik dan cepat, hal ini dapat mengakibatkan resiko kematian pada anak. Untuk itu ketika diare sedang berlangsung perhatikan langkah berikut ini :

  • Lakukan rehidrasi dengan mengganti cairan yang hilang baik dengan cara meminum maupun melalui infus jika dehidrasinya semakin berat
  • Pertahankan pola makan seperti sebelum sakit, bahkan sedapat mungkin jumlah asupan makanan lebih banyak dari biasanya,  termasuk pemberian ASI bagi anak yang masih menyusui. Pada diare yang ringan tidak diperlukan penggantian susu formula.
  • Minimalisir penggunaan obat karena diare dapat disembuhkan tanpa menggunakan obat-obatan seperti antibiotik dan anti-diare. (note: pemberian antibiotik dapat menyebabkan diare kronik)

Bila diare pada anak belum memasuki tahap dehidrasi, segera berikan minum sebanyak 10 ml per kilogram berat badan setiap kali mencret agar cairan tubuh yang hilang bersama tinja dapat diganti untuk mencegah terjadinya dehidrasi, sehingga mencegah terjadinya kematian. Sebaiknya diberikan cairan oralit yang telah tersedia di pasaran saat ini seperti oralit 200 ml, oralit I liter, Oralit-200 dan Pharolit-200 dan juga larutan oralit siap minum seperti Pedialyte dan Renalyte. Bila tidak tersedia, dapat pula digunakan larutan yang dapat dibuat di rumah seperti larutan garam-gula atau larutan garam-tajin

Bagaimana cara mencegah diare pada anak ?

Seperti yang dikemukan diatas bahwa penularan ataupun penyebaran diare pada anak umumnya ditularkan melauli makanan. jari/tangan,  feses dan lalat. Dengan demikian langkah yang perlu diambil adalah dengan melakukan upaya pencegahan yang mudah untuk dilakukan dengan memutus rantai penularan tersebut. Beberapa cara yang praktis dapat dilakukan adalah :

  • Selalu menjaga agar makanan tetap dalam kondisi higienis
  • Menyediakan air minum yang bersih
  • Menjaga kebersihan anak dan orang-orang dalam lingkungan pergaulan anak
  • Selalu mencuci tangan terutama sebelum makan
  • Pemberian ASI eksklusif, bagi yang menggunakan susus buatan upayakan dot selalu dicuci bersih dan direbus sebelum digunakan
  • Buang air besar pada tempatnya (WC, toilet)
  • Tempat buang sampah yang memadai
  • Berantas lalat agar tidak menghinggapi makanan
  • Menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta lingkungan hidup yang sehat dengan demikian akan meminimalisir terjadinya diare pada anak

Speak Your Mind

*