Bolehkah Berdiet Selagi Masa Kehamilan ?

Tren diet ibu hamil, sehatkah berdiet pada masa kehamilan ?

Sedang menjadi tren sekarang ini untuk melakukan diet selagi hamil. Ketakutan berat badan menjadi bertambah karena kehamilan dan takut berat badan tidak akan turun lagi setelah hamil memicu para ibu hamil melakukan diet. Tetapi apakah memang boleh berdiet selagi hamil?

Pada faktanya, pada saat Anda hamil justru berat badan memang harus bertambah. Berat badan yang bertambah akan memberikan cadangan energi ketika hamil karena jabang bayi pun membutuhkan nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan janin.

Berat badan yang kurang pada masa kehamilan akan mempengaruhi perkembangan dan kecerdasan otak sang bayi. Sebaliknya, jika berat badan Anda berlebih pun akan berpengaruh buruk juga yakni bisa meningkatkan risiko preeklampsia, diabetes gestasional, hipertensi dan komplikasi saat proses melahirkan.

Berapa berat badan yang ideal selama masa kehamilan? Tinggi badan dan berat badan sang ibu hamil sebelum hamil menentukan berat badan ideal yang dialaminya selama kehamilan. Secara umum, ibu hamil memerlukan penambahan berat badan dari 12 hingga 17 kg. Jika berat badan yang Anda miliki sebelum kehamilan kurang, maka Anda bisa menambah berat badan 14-20 kg. Sementara Anda yang memiliki berat badan yang berlebih sebelum masa kehamilan, penambahan berat badan yang Anda butuhkan adalah sekitar 7-12 kg.

Berikut beberapa penyebab berat badan bertambah ketika masa kehamilan:

  • Volume darah yang bertambah. Pada usia kehamilan 30-32 minggu, volume sel darah merah akan meningkat maksimal 30%. Pada usia 38-40 minggu, volume darah akan mulai stabil. Volume plasma pun akan meningkat sekitar 1,3 liter atau 40%.
  • Karena bayi yang ada di kandungan itu sendiri. Kebutuhan nutrisi sang jabang bayi sama pentingnya dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh sang ibu hamil. Karena makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil pun diserap oleh janin maka ada saat-saat tertentu ibu hamil ingin makan yang banyak. Dengan bertambahnya nafsu makan tentu berat badan akan bertambah.
  • Jumlah cairan dalam tubuh yang meningkat. Komponen air dalam tubuh akan meningkat sekitar 6,5 liter pada masa kehamilan dari jumlah normal seharusnya, dengan begitu volume cairan ketuban pun akan meningkat. Jadi pada intinya adalah yang paling penting bagi ibu hamil bukanlah berdiet melainkan menjaga pola makan dan nutrisi yang sehat agar janin bisa terjaga hingga proses kehamilan, antara lain sebagai berikut:
  • Kebutuhan karbohidrat. Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi yang menunjang perkembangan janin. Karbohidrat yang diperlukan setiap hari setidaknya berjumlah 2300 kalori dan ini didapatkan dari nasi putih, nasi merah, gandum dan lain-lain.
  • Kebutuhan protein. Protein dibutuhkan untuk membangun sel-sel baru janin dan struktur dasar pembentukan organ-organ tubuh. 12 gram protein sehari yang berasal dari susu kedelai, dada ayam dan yogurt.
  • Kebutuhan kalsium. Kalsium berfungsi untuk pembentukan tulang sang calon bayi dan mengurangi risiko ibu hamil mengalami osteoporosis. Ini didapat dari susu, almond dan yogurt.
  • Kebutuhan akan asam folat/ Asam folat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan otak, memproduksi sel darah merah dan pertumbuhan plasenta. Makanan yang mengandung asam folat antara lain brokoli, pisang, alpukat, bayam.
  • Kebutuhan akan zat besi/ Selama kehamilan sel darah merah akan meningkat 30% oleh karena itu dibutuhkan zat besi untuk membentuk hemoglobin. Pertumbuhan plasenta dan janin yang cepat pun membutuhkan zat besi. Asupan zat besi bisa didapat dari telur, tuna, bayam, kacang kedelai dan olahannya, brokoli dan daging merah.

Speak Your Mind

*