Apa penyebab batuk, bagaimana cara mencegah dan mengatasinya

Apa saja Penyebab batuk ?

Batuk yang mengganggu aktivitas dan kesehatan tubuh seseorang umumnya disebabkan oleh infeksi di saluran pemapasan bagian atas yang merupakan gejala flu dan pilek atau infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA). Selain itu, ada beberapa penyebab yang membuat seseorang menjadi batuk.

Antara lain alergi, asma dan tuberculosis, sinusitis, benda asing yang masuk ke dalam saluran napas (misalnya debu, asap, cair, dan makanan), infeksi paru-paru seperti pneumonia dan bronkitis akut serta penyakit-penyakit kerusakan paru-paru seperti emphysema dan bronkitis kronis.

Produksi dahak yang berlebihan karena infeksi saluran pemapasan, tersedak akibat minum susu, menghirup asap rokok dari orang sekitar, terkena polusi udara, dan batuk psikogenik juga menjadi penyebab batuk. Batuk psikogenik banyak diakibatkan karena masalah emosi dan psikologis. Misalkan frustasi, mudah marah, sering kunjungan ke dokter, dan gangguan tidur.

Bagaimana cara mencegah dan mengatasi batuk ?

Pada saat musim hujan, cuaca dingin atau kekebalan tubuh seseorang menurun, biasanya batuk mudah menyerang. Bila sudah terkena batuk, terasa menjengkelkan. Apalagi batuk kerap kambuh saat tidur di malam hari. Bila sudah demikian, selain mengonsumsi obat, penderita batuk disarankan istirahat. Istirahat dan tidur cukup memang terbukti ampuh melawan batuk dan koleganya: flu dan demam.

Selain itu, berikut ini beberapa tips untuk mencegah dan meredakan batuk,

  • Gunakan permen-permen pelega tenggorokan untuk meredakan batuk kering dan gatal.
  • Minum banyak air putih guna mengencerkan dahak, sehingga dapat dikeluarkan.
  • Sebaiknya tidak merokok atau dekat-dekat dengan perokok.
  • Mandi uap dapat membantu melegakan batuk kering, karena uap tersebut akan meningkatkan kelembaban udara di saluran pernapasan. Hiruplah uap dari air panas kucuran shower atau dari panci berisi air mendidih. Kelembaban udara panas akan melegakan pernapasan dan mengurangi peradangan sinus, dan iritasi di tenggorokan serta paru-paru. Beberapa tetes minyak kayu putih akan membantu proses tersebut
  • Jika batuk tersebut diakibatkan oleh alergi udara, maka masuklah ke dalam rumah, tutup pintu dan jendela. Gunakan air con-ditioner (AC) bila memungkinkan, jangan gunakan kipas yang menarik udara luar masuk ke dalam. Mandi dan gantilah pakaian setelah dari luar.
  • Jika batuk tersebut berasal dari alergi lainnya, usahakan jauhkan sumber alergi
  • Minumlah teh panas, jahe panas dan madu yang memiliki khasiat mengurangi dan menekan batuk, memecah dahak, membuka dan melonggarkan jalan udara di tenggorokan serta melegakan hidung. Madu merupakan antibiotik tinggi. Beberapa penelitian menyatakan, madu mengurangi reaksi batuk dan efektif menekan batuk di malam hari.
  • Berhentilah makan gorengan, kripik, dan permen. Ini akan membantu mengurangi rasa gatal di tenggorokan terutama bila Anda menderita batuk kering. Sebagai gan¬tinya, pilih permen berasa pedas, karena itu efektif melembutkan tenggorokan.
  • Jika perlu gunakan syal menutup leher, dan tempatkan botol berisi air mendidih berbalut kain di leher. Cara yang sering dilakukan masyarakat tradisional Jawa ini membantu melegakan tenggorokan.
  • Naikkan posisi kepala Anda saat tidur. Posisi ini akan membuat sinus dan dan jalan hidung mengering lebih baik, dan tidak memicu perasaan “gatal” di tenggorokan.
  • Jangan memilih obat batuk yang menghentikan expectorant. Jenis obat batuk ini menekan gejala dan tidak menghentikan masalah sebenarnya. Jika Anda menderita batuk berdahak dengan mucus, tentu Anda ingin mengeluarkan dahak dari jalur perna¬pasan anda, tidak malah ditekan dan di¬hentikan. Cobalah beberapa resep penge¬luaran expectorant alami, seperti memakan cabai pedas segar, paprika, atau makanan pedas lain. Semuanya akan membantu mengeluarkan dahak Anda
  • Bersihkan hidung untuk mengeluarkan cairan hidung
  • Bila batuk Anda menetap lebih dari 3 (tiga) hari atau ada gejala lain dalam dahak, maka sege¬ralah periksa ke dokter untuk mengetahui secara pasti dan mendapat penanganan lebih lanjut. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan rontgen paru, dahak, meneropong (fiberoptic bronchoscopy), atau CT-Scan (high resolution computed to-mography).

Speak Your Mind

*